KONGRES XXVI PDGI


Logo Kongres

 

Kongres XXVI PDGI dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2 mei 2017 di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Pembukaan dilakukan dengan pemukulan gong oleh Wapres dihadapan para peserta kongres yang dihadiri pula jajaran pejabat Kementerian Kesehatan RI dan direktur utama BPJS Kesehatan.  Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan bahwa kesehatan gigi merupakan salah satu modal penting dalam mewujudkan kesehatan nasional. Ditegaskannya pula, Pemerintah tidak membeda-bedakan antara kesehatan umum dan kesehatan gigi karena kedua-duanya harus ditangani dengan baik.  Sedangkan ketua PB PDGI, drg Farichah Hanum MKes pada sambutannya mengemukakan mengenai PDGI yang selalu siap bersinergi dengan pemerintah dan semua pihak demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, sejahtera, adil dan makmur

WhatsApp Image 2017-05-26 at 22.34.54

 

 

Tema Kongres XXVI PDGI adalah “Sinergi PDGI dalam Mewujudkan Indonesia Sehat melalui Optimalisasi Kesehatan Gigi dan Mulut.” Menurut ketua Panitia Kongres, drg Ukur Meriah Sembiring, setelah dibuka secara resmi, selanjutnya persidangan kongres berlangsung di medan pada 4 hingga 6 mei 2017. Selain itu bersamaan dengan kongres berlangsung pula kegiatan ilmiah bertajuk Medan International Scientific meeting  yang diikuti para dokter gigi dari seluruh Indonesia dengan pembicara nasional serta juga pembicara internasional dari mancanegara.

 

AGAR NEGARA HADIR UNTUK KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Ketua PB PDGI Farichah Hanum, dalam sambutannya pada pembukakan Kongres XXVI PDGI juga menyampaikan mengenai kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat yang belum baik. Kesehatan gigi merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Banyak kelainan seperti diabetes mellitus, HIV/AIDS tanda-tanda pertamanya muncul di rongga mulut. Demikian juga sebaliknya, banyak gangguan di dalam rongga mulut yang dapat meningkatkan risiko munculnya penaykit-penyakit umum di tubuh Antara lain kelainan katup jantung, infeksi ginjal, arthritis, kelainan prematur, dan BBLR, alergi, dan kondisi-kondisi kronis lainnya. Dengan melakukan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut secara benar juga akan mencegah berbagai penyakit lainnya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selanjutnya dengan penuh antusias disampaikan harapan agar negara hadir untuk kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan di hadapan Wapres tersebut, Ketua PB PDGI lebih lanjut  mengemukakan bahwa negara hadir untuk kesehatan gigi dan mulut mayarakat antara lain dengan kembali menghidupkan direktorat atau struktur kesehatan gigi di Kementerian Kesehatan RI, perlunya data yang akurat tentang kesehatan gigi dan mulut yang bebasis data global untuk akurasi perencanaan kebutuhan pelayanan dan pendididikan, serta penyempurnaan SIstem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di bidang kedokteran gigi. Terhadap yang disampaikan oleh PDGI, Wapres dalam sambutannya menyampaikan tanggapan yang baik.

IMG-20170527-WA0001

 

 

PERSIDANGAN KONGRES

Kongres XXVI PDGI diikuti para peserta yang terdiri dari PB PDGI, Pengurus Wilayah PDGI, dan Pengurus Cabang PDGI, sertai dihadiri pula pengurus ikatan keahlian dan ikatan peminatan yang berada dalam PDGI. Persidangan Kongres XXVI PDGI diawali dengan keynote speech oleh menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Muluk SpM(K) pada 4 april 2017. Pada paparannya menteri kesehatan mengutarakan mengenai pembangunan kesehatan di Indonesia serta harapannya agar para dokter gigi dapat berperanan di dalamnya. Dalam rangka Kongres PDGI yang diselenggarakan di Medan, Gubernur Sumatera Utara, Ir HT Erry Nuradi MSi menyelenggarakan jamuan makan malam di Gubernuran. Pada kesempatan tersebut Gubernur Sumut menyampaikan rasa bangganya atas dipercayakannya Sumut sebagai tempat penyelenggara Kongres XXVI PDGI dan juga mengenai promosi Sumatera Utara sebagai daerah wisata yang patut dikunjungi.

Agenda utama sidang Kongres XXVI PDGI terdiri atas Laporan Pertanggung Jawaban PB PDGI 2014-2017, sidang-sidang komisi, penetapan tempat Rakernas PDGI 2019 dan Kongres PDGI 2020, serta pemilihan Badan Pengawas, MKEKG, dan Ketua PB PDGI 2017-2010.

Pemilihan ketua PB PDGI 2017-2020 diawali dengan munculnya calon yang terdiri atas drg M. Arief Rosyid MKes, Dr drg Hananto Seno MM SpBM, drg Ugan Gandar, drg Yusuf Syamsudin SpOrt., dan drg Wiwik Wayuningsih MKM. Berdasarkan perkembangan dinamika sidang pemilihan kemudian kontestan mengerucut menjadi 2 cakon ketua yaitu Dr drg Hananto Seno MM SpBM, dan drg Yusuf Syamsudin Sport. Akhirnya berdasarkan hasil pemungutan suara, Dr drg Hananto Seno MM SpBM yang memperoleh 341 suara ditetapkan sebagai Ketua PB PDGI 2017-2020, sedang drg Yusuf Syamsudin Sport. memperoleh  275 suara. Sebagai tuan rumah Rakernas PDGI 2019 terpilih Jawa Tengah, kemudian Balikpapan yang akan menjadi tuan rumah Kongres PDGI 2020.

 

 

 

Penulis : drg Paulus Januar


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>